Yang namanya ngomongin masalah hati dan perasaan itu emang gak ada habisnya ya. Kayak makan batu satu baskom banyaknya ( kalo itu absurd namanya) . Eh, tapi bener juga sih. Pasti kamu pernah ngerasain kan dimana kamu bingung sama perasaan kamu sendiri ? Atau bahkan kamu sadar, kalo memang yang kamu rasain itu mustahil. Ya sama kayak makan batu satu baskom. Emang absurd, tapi kenyataannya kamu bisa makan batu itu bagaimanapun caranya.
Oke, skip tentang makan batu. Ini bukan pertunjukkan Limbad lho. Kembali ke topik ‘perasaan’ dan ‘hati’. Semua orang pasti punya definisi untuk perasaan mereka masing-masing, karena mereka sendiri yang merasakan apa yang mereka rasakan. Tapi banyak juga dimana kamu sendiri gak bisa mendeskripsikan apa isi hati dan bagaimana perasaanmu melalui kata-kata. Jangankan kata-kata, isyaratpun gak bisa buat mendeskripsikan bagaimana perasaan yang kamu rasain saat itu.
Bingung ? Sama aku juga bingung.
Sebenernya kamu tau apa yang ada dalam hati kamu dan bagaimana perasaanmu. Tapi kadang ada hal-hal tertentu yang membuat kamu ragu dengan perasaan kamu sendiri. Entah itu keraguan yang disebabkan dari luar atau keraguan yang disebabkan dari dalam hati kamu sendiri. Kamu mencoba untuk mencari tau untuk meyakinkan hatimu sendiri, tapi pada kenyataannya semua makin random. Kamu semakin merasa jauh dari yang namanya sebuah ‘jawaban’.
Pasti kamu berpikir, kenapa semua ini terjadi ? Padahal dari awal kamu sendiri udah berhati-hati dalam semua tindakan. Berhati-hati untuk tidak terlalu jauh memberi dan diberi. Tapi pada kenyataannya, sudut pandang orang satu dengan yang lainya berbeda. Kamu merasa sudah membatasi diri untuk gak melebihi batas friend zone. Berlaku selayaknya kamu dan mereka selalu pada lingkaran friend zone. Tapi apa mau dikata kalo mereka punya sudut pandang yang berbeda-beda tentang tindakan dan perlakuan kamu. Dan saat itulah kamu seperti dihukum atas kesalahan yang sebenarnya bukan salahmu.
Well, kalo keadaannya aja udah kayak gini, pasti kamu sendiri semakin absurd untuk mengatakan siapa yang sebenernya jadi orang special di hati kamu ? Karena nggak menutup kemungkinan juga mereka juga membatasi diri untuk tetap berada dalam satu lingkaran friend zone denganmu. Dimana kamu merasakan perlakuan mereka padamu yang ‘sedikit berbeda’. Dan tanpa sadar kamu udah menaruh harapan yang gak tau sebanyak apa pada salah satu di antara mereka.
Semua kejadian ini membuat kamu serba salah. Gak tau tindakan apa yang seharusnya kamu ambil untuk selanjutnya. Karena takut. Takut mereka salah paham dan sakit, juga takut hati kamu sendiri yang sakit. Dan kembali, kamu cuma bisa nyalahin diri sendiri. Atau mungkin lebih tepatnya menganggap kamulah yang salah. Tapi mungkin itu tindakan paling bijaksana buat kamu, daripada harus menyalahkan mereka.
Dan walaupun kamu belom bisa mendeskripsikan apa yang kamu rasakan dalam hatimu, tapi kamu mesti yakin, Tuhan gak bakal ngebiarin kamu berada dalam keambiguan. Karena semua pasti bakal ada ‘jawaban’nya. Entah itu besok, lusa, atau bahkan tahun depan. Mungkin ini salah satu cara Tuhan membuatmu agar bisa berpikir lebih dewasa dan realistis.

