Awalnya dia kenal kakak dari salah satu teman kelasnya yang juga teman kakak. Sebut saja namanya I. cewek ini bilang, kakak ingin kenal dengan dia. Dia hanya tersenyum dan tidak menanggapi serius. Karena saat itu, dia baru saja mencoba untuk menata hati setelah apa yang terjadi pada dia. Tanpa dia ketahui, ternyata kakak sering menanyakan prihal dia melalui I. Tentang bagaimana dia, bagaimana sifatnya. Yaaaah,,, seperti kebanyakan cowok lainnya. Seiring berjalannya waktu, mulai sedikit ada komunikasi antara dia dan kakak. Pertama melalui facebook, kemudian berkembang melalui sms dan telfon.
Hubungan pun semakin dekat. Tapi hanya sebatas tukar cerita dan makan bareng. Frekuensi bertemupun, bisa dihitung dengan jari mungkin. Ada satu hal dimana dia ketika I mengatakan sesuatu pada dia. Tentang bagaimana kakak mempunyai perasaan yang beda pada dia.
Kayaknya aku punya pikiran yang sama sama dia. Kenapa harus secepat itu?. Padahal kakak kenal dia mungkin baru sekitar satu atau dua mingguan. Aku tak habis pikir. Hemmmm….
Diapun mengangkat telfon dari kakak. Dan obrolanpun mengalir….
Saat itulah, sebuah keputusan dia ambil. Mungkin sedikit jahat, tapi apa mau dikata. Hati tidak bisa dipaksa. Terlalu banyak perbedaan pikiran antara kakak dan dia. Dan dia tidak mau ambil resiko, untuk sakit yang kesekian kali. Dia hanya bisa berterima kasih atas semua yang dilakukan kakak pada dia. Tak lupa rasa sayang yang telah kakak berikan pada dia. Tapi pada akhirnya sang hatilah yang paling bisa menentukan. Dan pukul 03.00 dia memejamkan matanya dengan lega.


0 komentar:
Posting Komentar