20-08-2011
Pernah merasa terjebak oleh perasaan sendiri. Perasaan bersalah yang kubuat sendiri. Terasa tak bisa melangkahkan kaki kemanapun. Dan dihadapkan oleh dua pilihan yang sangat sulit.
Melangkah maju, terhampar daratan duri yang sangat luas.
Melangkah mundur, akan terhempas ke dalam jurang yang sangat dalam.
Yang kulakukan hanyalah diam. Menangis. Menunggu keajaiban ada seorang peri yang bisa membawaku terbang. Tapi percuma. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Untuk berangan pun sangat sulit terasa.
Lama ku tertahan di posisiku. Tak mendapatkan jalan keluar. Ada resiko besar di setiap masing-masing keputusan yang kuambil. Sanggupkah aku ?? Hanya itu pertanyaannya.
Dan saat itulah aku baru sadar. Aku telah dikecewakan oleh sebuah ketidakpastian. Harapan yang tinggipun langsung tumbang oleh ketidakpastian itu.
Tidak berani menyalahkan siapapun. Aku hanya bisa mengutuki diriku sendiri.
Ingin sekali memutar waktu kembali. Dan lagi ! Aku tak bisa berbuat apa-apa.
Dalam diampun ku berdoa. Semoga Tuhan menguatkanku bila memang aku harus memilih satu diantara dua pilihan itu. Meminta bimbinganNya agar ku tak lagi terjebak.
Dan sekarang, semua harus kulalui dengan senyum. Apapun itu. Sesakit apapun itu. Karena aku harus bertanggung jawab dengan keputusan yang telah aku buat sendiri. Mencoba untuk mensyukuri semua hal yang aku punya sekarang.
Karena itulah aku di sini. Mencoba berdiri tegak dengan segala kekuatan yang kupunya.


0 komentar:
Posting Komentar