Nightmare That is Called By UAS

Haaayyyyy !!!
Masih bersama saya, mahasiswi paling kece tak tertandingi sepanjang masa dunia akhirat !
*ditimpuk John Martin*

Ini postingan pertama kali di tahun 2012. Maklumlah, si mahasiswi kece ini lagi gundah gulana dengan segala aktifitas kasur yang membuatnya semakin mencintai kasur, bantal dan gulingnya. Eh, eh… Apa ini ? aktifitas kampus maksudnya.

Bulan Januari ini musimnya musim UAS. Musim mengerikan bagi semua yang disebut mahasiswa/i. Gimana nggak. Tahun baru malah di sambut dengan seabrek tugas deadline yang harus dikerjain. Karena tarohannya hidup mati kuliahnya. ( Lebay gak sih ).

Contohnya aku. Sebelum UAS harus baca 5 novel bahasa Inggris ditambah dengan laporan tentang Plot Summary, Characters, and bla bla bla. (Aku aja pengen muntah pas nulis postingan ini ). Belom selesai sampe disitu, masih ada ujian lisan dengan dosen tiap-tipa novel itu. Belom ditambah tugas makalah, tugas kelompok, presentasi speaking dan masih banyak lagi yang gak bisa aku sebutin disini.
Bayangin aja ! Gimana hidup mahasiswa gak mengerikan coba kalo setiap setengan tahun harus ketemu sama musim yang namanya UAS itu ! *piso mana piso*
 
And well. Gara-gara semua deadline itu aku drop. Dan tingkatan paling ngenes para jomblo, eh, single, ya pas dilanda sakit gini. Gak ada yang merhatiin, untuk sekedar ditanya ‘udah makan belom ?’. Gak ada yang nawarin buat nganter periksa ke dokter. Gak ada yang nganterin makanan. Oh my God ! Hidup tuh kayak… kayak… kayak apa ya ? Kayak gitu deh. Aku gak pandai berandai-andai.

Dari postingan-postingan sebelumnya kok kayaknya hidupku ngenes banget ya ? Sengaja ! Biar kalian pas baca postingan ini, ada sedikit rasa simpati dan empati yang mendalam buat aku. Dan kali aja bersedia ngumpulin 1000 pasang sandal untuk WILDA. ( Apa lagi ini ? makin gak nyambung).

Well yeah… Itu sedikit mimpi burukku di musim UAS. Tapi apapun yang terjadi, aku tetep selalu fighting kok buat ngejar-ngejar nilai yang cukup buat ngajuin beasiswa <-- modus banget deh :D

2 komentar:

Roihatul Firdaus mengatakan...

disyukuri lah mbak :)

Isnani Rahmi Wildani mengatakan...

itu cuma secuil keluh kesah sebagai manusia biasa kok :)

Posting Komentar