Kamu udah move on ?
Wait! Ini pertanyaan yang banyak diajuin sama temen-temenku.
Entahlah, mereka care, worry, atau apa, aku gak tau kenapa selalu pertanyaan
itu yang mereka lontarkan setiap ketemu aku. Ah.
Dan sekarang aku balik nanya, apa sih deskripsi ‘move on’
itu ? Anyone ?
Yeah, mungkin kalian punya deskripsi arti ‘move on’
masing-masing. Tapi, hey! ‘Move on’ itu relative. Kalo kamu ngartiin ‘move on’
itu dengan udah ngelupain mantan kamu, dan bisa cinta sama cowok lain dalam
hitungan minggu. Well, ada yang salah sama hubunganmu sebelumnya.
Aku heran. Temen-temen bilang aku belom move on cuma gara-gara
aku keliatan galau setiap ngetweet. Sering dibilang aku belom move on gara-gara
sering ngetweet ngomongin mantan. Sesempitkah itu dunia kalo mereka ngartiin
tweet-tweet aku sebagai tweet ‘belom move on’?! Oh, God.
Kamu pernah gak cinta sama seseorang sampai gak mikir dirimu
sendiri ? Melakukan apa yang kamu gak suka buat dia ? Mengutamakan dia daripada
kamu sendiri ? Itu salah. Dan aku pernah ngalaminnya. Tapi, di sisi lain kamu pasti pernah mencintai dengan tulus,
menerima segala kekurangannya, belajar mengontrol egomu sendiri, belajar
mengerti dan memahami. Dan sampai saat sebuah perpisahan yang menyakitkan datang,
kamu gak bisa apa-apa selain sedikit demi sedikit melepaskan diri.
Sakit ? Iya, pasti. Dan bohong kalo kamu cuma butuh beberapa
hari untuk jadi seperti dirimu semula. Setelah pengorbanan apa yang kamu lakuin,
dan hal-hal lain yang baru pertama kalinya kamu lakuin bersama dia, bullshit kalo kamu
baik-baik aja. Right ?
Nah, saat itulah kamu perlu move on. Survive buat diri kamu
sendiri. Berdiri di atas kakimu sendiri. Membiasakan semuanya sendiri setelah
sekian lama kamu terbiasa dengan kebersamaan. Dan itulah saat-saat paling
menyakitkan di dunia. I know. Bukan dengan membiarkan cinta lain masuk (padahal
kamu belom siap) untuk membantumu melupakan semuanya. Mungkin membantu, tapi
itu gak berlangsung lama. Dan gak adil buat dia yang berusaha memberi seluruh
perhatiannya untukmu. Sedangkan kamu sibuk membandingkan dia dengan mantanmu.
Karena move on bukan hal bisa atau tidak memeberikan cintamu
ke hati yang baru, Tapi, bisa tersenyum ketika melihat masa lalumu. Karena move
on bukan hal melupakan semuanya apa yang kamu lalui, tapi bijak mengambil hikmah
dari apa yang pernah membuatmu terluka.
Dan saat itulah, hatimu siap menerima cinta yang baru dengan
pola pikirmu yang baru. Mungkin saat itulah bukan pertanyaan “Kamu udah move on
?” lagi yang kamu terima, tapi pertanyaan “Kamu udah nemuin cinta yang baru ?”


0 komentar:
Posting Komentar