Kamu, ya kamu.
Tak terasa sudah hampir 3 tahun. Entah, tiba-tiba malam ini
terlintas dipikiran tentangmu. Memejamkan matapun terasa sulit.
Ya, aku rindu.
Masih ingat, pertama kita kenal ? Hanya via chat FB dan kita
sudah saling bertukar canda. Membicarakan hal-hal yang bukan topik dua insan yang
baru kenal, tapi mengobrol layaknya teman lama yang sekian lama tak jumpa.
Aku bahkan ingat, waktu itu jam 10 pagi menuju siang. Di warnet
yang jauh dari nyaman, kamupun menyamankanku dengan candamu. Aku tertawa kecil.
Tersembunyi.
Bukan aku yang sembarang memberikan nomor handphone pada
orang yang baru kenal. Tapi entah, hati ini yakin untuk menekan tombol reply dengan
nomor handphone didalamnya. Hatiku benar.
Hari berganti hari. Minggu berganti minggu. Kamu selalu
hadir di setiap waktu lewat sms lucumu. Selalu berhasil menggelakkan tawa kecil
setiap kubuka layar handphoneku. Selalu menyemangatiku dengan suara lucumu. Mengejekku,
menggangguku, menertawaiku. Aku suka caramu.
Kamu hadir merubahku. Mengantarku kepada yang bernama
kebaikan. Kamu menyadarkanku, apa itu hidup. Kamu menyadarkanku dengan
kata-kata sarkatismu yang terdengar manis. Kamu membuatku dekat dengan Tuhan. Kamu mampu merubah malasku.
Dan setiap airmataku menetes, selalu nomormu yang pertama
kuhubungi. Dan lagi, kamu selalu ada. Sesibuk apapun. Tetap setia menungguku,
ketika yang bersuara hanya isak tangisku. Mendengarkanku. Selalu berkata “Abis
ini langsung wudhu, sholat dua raka’at. Biar kamu tidurnya tenang” sebelum
kumenutup telpon.
Kamu, ya kamu.
Kamu tau, betapa aku menyukai caramu menasehati. Caramu bercanda.
Caramu mengingatkanku untuk tetap dekat dengan-Nya. Aku suka semua.
Dan kamu tau ? Sampai saat inipun, rasa simpatiku padamu
masih tertinggal di sini. Di hati.
Kamu, ya kamu.


0 komentar:
Posting Komentar